Facebook Badge

Sabtu, 11 Agustus 2012

Bulan Ramadhan, Bulannya Buang Buang Uang

Masih ingat di kepala saya, seminggu sebelum puasa saya sempat melintas di Treban, sebuah ruas jalan yang kurang dari 1KM dari arah lampu merah Mirota Kampus UGM ke arah selatan sampai dengan lampu merah pertigaan Jl, Sudirman (McD).

Sore inipun, genap seminggu sebelum lebaran tiba, kembali saya melintas di area sana. Macetnya minta ampun dikarenakan meluapnya kendaraan pengunjung pertokoan perlengkapan (baca pakaian muslim) yang kurang mengindahkang kelayakan kapasitas parkir pada saat pembangunan pertokoan mereka.

Kawasan Treban adalah satu satunya kawasan perbelanjaan busana muslim yang paling trendi dan terlengkap di daerah jogja, paling tidak sejauh pengetahuan saya yang bukan seorang shop-coholic terutama busana berbau islami.

Saya bertanya tanya dalam hati sembari mangkel ditengah kemacetan yang tidak biasa terjadi di kota yang terhitung moderat untuk skala jogja ini. Apakah ini cerminan sesungguhnya merayakan kemenagan di hari fitri? Apakah teraweh pertama dengan baju koko baru akan diciri-in orang kalau dipakai pasa saat sholat idul fitri? Apakah jilbab harus minimal mempunyai rak dan gantungannya sendiri disela puluhan baju clasic gamis ataupun fashion modern seorang muslimah?




kepareng,

Selasa, 24 Juli 2012

Antara Jilbab dan Batman

Pemberitaan tentang joker yang membabi buta pada saat pemutaran film Batman di Colorado USA masih berlanjut baik TV local maupun TV siaran TV yang hanya bisa diterima via TV cable. Bahkan Presiden Obama menghentikan jadwal kampanye-nya demi untuk turut beduka cita dengan langsung mengunjungi TKP dan memperlihatkan rasa bela sungkawa terhadap korban. Anggap saja begitu!

Saya pernah berfikir siapa sebenarnya figure dibalik Joker itu? Apakah ia seorang penjahat ulung berdarah dingin ataukah seorang ilmuwan yang nyentrik, tapi menurutku Batman tidak akan pernah ada tanpa adanya si Joker ini.

Tulisan saya kali ini tidak akan mengupas film Batman yang heroic dan fenomenon. Toh para jagoan amerika itu sangat tidak punya rasa percaya diri dengan dengan selalu bertopeng dalam melaksanakan aksinya, lagi pula disaat jamannya film 3D anehnya film Batman ini tidak dibuat dalam format 3D yang membuatnya terlihat so “yesterday” dibanding dengan film heroic lainnya yang dikemas dalam format film masa kini, ini satu dari alasan saya tidak begitu tertarik dengan fim Batman yang sekarang sedang diputar.

XXI Jogja. Empat dari enam bioskopnya memutar Film Batman, tepat saya digaris tunggu pegawai penjual karcis di meletakkan tanda bahwa tikcet untuk menonton film Batman malam itu telah habis. WAktu menunjukkan jam tujuh lewat 20 menit! Banyak calon penonton akhirnya pulang dengan segudang kekecewaan tersirat pada rona muka mereka.

Untung niatan saya memang tidak untuk menonton Batman. Saya lebih tertarik dengan animasi ICE AGE 4 berformat 3D yang menurut saya lebih segar ketimbang Batman, dan pilihan saya 100% benar adanya. Meski film animasi, banyak sekali contoh perilaku positif yang patut dicontoh. Salah satunya adalah ketika shina seekor harimau putih betina menemukan jati dirinya dan cintanya setelah dia keluar dari kelompok sejenisnya dengan notabene dia keluar dari zona nyaman dan mempertaruhkan jiwa dan nyawanya diluar sana dengan kelompok lain diluar dari jenisnya lalu menemukan arti sebuah keluarga besar yang saling menghormati perbedaan dan saling menyayangi satu sama lainnya. Dan hey! dia di dubbing oleh JLO!

+++++++++++


Tangan saya gatal!

Saya update status saya di BBM "1 dari 3 perempuan di XXI malam ini berjilbab" dan seketika pang ping banyak yang komentar terhadap postingan status saya.

Saya memang pemerhati sosial dan saya memang perhatikan bahwa satu diantara tiga perempuan yang ada di lobby bioskop “berjilbab”. Saya menamainya Jilbab UII (istilah di jogja), silakan googling sendiri arti “jilbab UII” ini terpisah dari blog saya.

Wanita berjilbab hal yang biasa saat ini. Meski dalam sepuluh tahun terakhir memang populasi perempuan berjilbab semakin banyak di Indonesia ini, yang kemudian menurutku semboyan “Bhineka Tunggal Ika” itu tidak akan pernah didengar lagi, karena akan nampak mono-culture dengan mewabahnya “middle east” virus di Indonesia. Wajar pula wanita berjilbab menonton!

Jadi apanya yang tidak wajar?
Apanya yang tidak biasa?
Apanya yang salah?

Apakah salah satu dari tiga perempuan di XXI berjilbab?
Apakah salah dengan Jilbab UII?

Bukan, bukan itu!

Dan mungkin tidak ada yang tidak wajar, atau tidak ada yang tidak salah.

Hanya saja, ini bulan Ramadhan. Katanya Ramadhan bulan seribu berkah dengan salah satunya sembahyang tarawih berjamaah di mesjid pada saat jam pemutaran malam bioskop? Bukannya Jilbab identik dengan Islam? Bukannya berjilbab adalah tanda bahwa ia telah mengamalkan satu dari hukum islam sebagai perempuan yang diteladani?

Apakah ini cerminan Islam modern?

Tentunya anda sendiri yang menilai

DJ. belum mau memakai jilbab


PS: Ilustrasi gambar perempuan berjilab diambil disini dan tidak mewakili cerita saya.


kepareng,

Minggu, 22 Juli 2012

Ketika Agama menjadi Kapitalisme

Apa yang terlintas di kepala kamu jika melihat photo disamping ini? Seorang ayah mengantarkan ketiga anaknya ke sekolah.
Lihatlah anak yang paling belakang, dia terkantuk kantuk sembari sesekali berpegangan tepatnya menahan beban tubuhnya untuk tidak jatuh terjengkang kebelakang.

Apakah ini seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi kewajibannya menjaga keselamatan anak di jalan raya yang sangat berbahaya. Sedikit lengah saja, maut yang menunggu.

 Apakah ini cerminan orang tua yang telah cukup mendidik anak anaknya dengan ajaran agama yang mereka pikir telah cukup mengantarkan mereka ke gerbang surga?

Sudah puluhan tahun bulan puasa aku lewati dan layaknya natal, festival agama ini telah memberikan peluang yang sangat besar untuk kapitalis. Betapa tidak, sebulan sebelumnya iklan di TV telah menayangkan sinetron sinetron berkedok religi yang kenyataannya sangat tidak pantas menjadi tontonan saat menunggu buka puasa, iklan sarung, syrup, bahkan operator GSM pun latah dengan datangnya bulan puasa ini.

Spekulan menumpuk sembako yang kemudian dijual dengan harga melangit, telur, ayam, beras dan sejumlah keperluan dasar lainnya? Konsumsi gula meningkat 30% ketimbang hari hari biasa, pengeluaran hampir 100% lebih banyak dari bulan biasa, sementara produktivitas kerja menurun karena kesiangan datang ke tempat kerja sementara jam istirahat lebih panjang dari biasanya.

Apakah ini yang namanya puasa?


DJ, berpuasa sepanjang masa

kepareng,

Selasa, 17 Juli 2012

Back to Live (YES, I am alive)

Selamat sore pembaca yang budiman,

Tentunya anda berfikir kalau saya sudah almarhum bukan?

Tidak! Saya belum mati, saya masih bernafas, saya masih hidup. Saya mungkin saja pernah mati suri dan sekarang kembali saya dialiri darah segar dana membuka kelopak mata dengan retina dan otak yang baru.

titian hati, sesejuk sentuhan birahi
Hampir setahun terakhir saya menulis, setelah itu saya ditelan dinginnya tanah jawa yang subur dan terlena akan kesenangan duniawi dan sekarang saya dibisiki iblis dari dasar samudra yang gelap dan dingin untuk login ke blog saya ini.

Saya tidak tahu mesti nulis apa. Begitu banyak cerita nyata yang seharusnya layak dibukukan dalam milestone kehidupan saya. Teman, cinta, karir, perjalanan spiritual saya dan banyak lainnya. Semuanya begitu menapak dalam sanubari saya sehingga saya sangat sulit untuk menuliskannya disini dan mungkin juga tidak menarik untuk orang lain yang saya pikir mempunyai cerita yang sama hanya saja casing nya yang berbeda.

Beberapa follower saya maupun teman dan pembaca rutin blog ini, beberapa kali sms, BBM, ataupun message di Facebook saya, kapan lagi saya bisa menulis dan menghidupkan blog yang hampir terkubur bumi yang makin menua ini. Ya, seperti saya!

Hidup terus melangkah kedepan! Tak ada halaman cerita hidup ini yang dilewatkan tanpa dituliskan dengan tinta, entah hitam, kuning, merah ataupun emas. Semua mempunyai warna kehidupan yang semakin berwarna.


dj, tunggu aku diujung pelangi sana.

kepareng,

Sabtu, 24 September 2011

GOD! Save me from I wanted again

Am I happy?

Do I want to have more?

Mungkin akan terdengar klasik. Tapi saya cukup merasa hepi dengan keadaan sekarang, at least mungkin itu positif side yang harus saya kemukakan, karena pada kenyataannya saya secara nature selalu berusaha menemukan kebahagiaan yang lebih dari sekedar apa yang saya dapatkan sekarang.

Kebahagiaan apa sih? Apa memang kebahagiaan atau kesenangan yang merupakan hanya kebahagiaan sesaat? Mungkin ya! Tapi itu lebih baik daripada saya dihadapkan kepada sifat nerima yang malah tidak akan membangkitkan adrenalin setiap saya bangun tidur pagi hari.

I was there! How my life was bitter but ended sweet. There is no such free lunch in this world. Lha wong ke toilet saja di Indonesia bayar 1000 rupiah dengan kondisi toilet bau seperti kandang babi sedangkan di china toilet umum seperti toilet mall, wangi, kering, bersih an Gratis!

+++

Keluar dari zona nyaman tidak mungkin dilakukan. Siapa juga yang mau cari perkara? Ada juga orang berpindah dari keadaan yang kurang ke keadaan yang mencukupkan atau malah lebih? Itu kalau diukur secara materi bukan hakiki.

Tapi bagaimana jika keluar dari zona nyaman akan membuat saya lebih bahagia lagi? Saya bisa kembali menerima kalau selama ini apa yang saya dapatkan ternyata berlebihan, sedangkan banyak orang lain yang hidup dibawah taraf kategori miskin?

Saya belajar banyak dari hidup :) Saya melihat, membaca, bicara dan merasa! rasanya sekarang harus lebih berbagi.


- Posted using BlogPress from my iPad
 
theunseenjogja - Free Blogger Templates, Free Wordpress Themes - by Templates para novo blogger HD TV Watch Shows Online. Unblock through myspace proxy unblock, Songs by Christian Guitar Chords